Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Indah. Tampilkan semua postingan

SAMUDRA CINTA SEJATI

Aku rela menempuh apapun untuk mendapatkan cinta sejati mu
Aku rela berkorban apa saja untuk dapat berlayar di samudra hati mu
Aku rela mempertaruhkan apa saja untuk memiliki kuntum suci mu
Aku rela tenggelam dalam samudra yang tak bertepi untuk sebuah janji suci.


Cinta tersemai di butiran pasir dan buih ombak kecil di pantai
bersama suara gemercik air laut di telan pantai
angin yang membius telah melemahkan hasratku pada yang lain
rahasia cinta masih terjaga dalam hati nahkoda sejati.
setelah jauh berjalan, kesepian bermain-main dengan angin malam.
Karang paling dalam di lautan sudah terlampaui bermil-mil yang lalu
bersama hati ku yang jauh menyelam kedalam hatimu.

Aku bagaikan nahkoda di lautan tak bertepian, yang jauh dari bibir pantai
mencari angin, menyisiri gelombang untuk mendapatkan cinta sejati.
Layar yang sudah dikembangkan menunggu datangnya pagi dan angin
lautan membawa aku kembali pulang.
Bersama burung camar dan rama-rama, serta rumput laut yang bergoyang
Kusemai benih cinta di bebatuan dan bongkahan karang sepi.
Hanya untuk mu 
Hanya pada mu
Biarlah samudra ini menyanyikan kidung cinta yang terakhir kalinya
dan aku akan menunggu mu sampai akhir hayat ku.


Medio Pantai Kuta Bali, Januari 2014

CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA GADIS IMPIAN

Cinta pada gadis Impian
Diantara ribuan bintang yang betebaran di atas langit
diantara tak terhitung banyaknya pasir di pantai senja
gemerlap dunia tidak terbuka untuk cahaya satu hati dari seribu hati lainnya
kutatap mega, berarak ke arah bayangan cinta, menaungi keindahan asmara
hari ini, detik ini, dalam lintasan waktu yang sangat bermakna, hadir sosok indah
yang tidak pernah menjelma dalam mimpi sekalipun.

Bintang-bintang kehilangan cahaya, rembulan pudar, sembunyi dibalik mega,
mereka malu, malu akan cahayamu, yang melebihi cahaya maha cahaya yang bersinar
dari detik itu hingga menjalar keseluruh penjuru waktu.
Bumi behenti berputar, burung-burung terhenti di udara, daun-daun jatuh melayang tidak kemana-mana
ketika aku terpesona dengan sebuah cahaya, cahaya dari paras mu yang sangat jelita.
cahaya senyum mu yang mematikan sendi dan raga. di atas nuansa jiwa.


Duhai cinta....
Duhaiii..bidadari dari kayangan....
engkau telah mengirimkan sunami dihatiku.
engkau telah membakar hutanku, dan mengusir para satwa yang gelisah disetiap malam
hujan yang menetes membasahi pipi mu, jadi pengusir dahaga ku ribuan tahun yang lalu
mungkinkah hati ini terpanah rindu, sementara senyum mu tidak terukir hanya dibatas waktu.
dan juwitaku tidak pernah berlayar di lautan  dan singgah dipelabuhan sukma ku..entah siapa kamu? 
rambutmu yang panjang melambai diterpa angin syahdu. membuat malamku tidak akan pernah sama lagi
seperti hari-hari yang lalu.
Penuh rindu....pada mu.....!!

By: Suara hati, 10 Januari 2014

PESAN CINTA DI AKHIR TAHUN BUAT KEKASIH

Malam ini, dipenghujung tahun terakhir ini aku tulis pesan terakhir untuk mu kekasih, untuk kau ingat tentang aku dan hatiku yang tidak akan pernah berpaling dari mu :

Ketika engkau tanya apakah aku menyayangi mu? aku akan selalu menjawab dengan jawaban yang sama bahwa: "cinta dan sayang ku tidak bisa diucapkan dengan kata-kata tapi dengan perhatian dan tingkah laku kita."


Mulai besok jangan engkau dekap aku terlalu erat nanti aku tidak bisa bernafas, tetapi jangan terlalu longgar nanti aku lepas....jadikan aku sayap untuk membawa mu terbang kemanapun yang kau mau.

Jika engkau tanya seberapa dalam aku mencintaimu, maka sulit kujawab tanyamu itu, karena cintaku sulit diukur dari kedalaman lautan yang manapun.

Jujur saja, sebenarnya aku sudah teramat lelah dengan penantian ini, kecantikan dan pesona mu yang tak pernah habis-habisnya menyiksaku jadi penjara waktu yang tidak bisa aku cairkan lagi. Tapi satu keyakinanku bahwa engkau adalah pendaping hidupku selama-lamanya.

Kekasih ku yang menjadi tumpuan seluruh jiwa dan ragaku terima kasih sudah mendampingiku dalam perjalanan setahun ini, tak tergantikan dirimu di setiap sisi hatiku selamanya.

Mencintaimu selama ini adalah learning proces untukku mencapai kedewasaan ditahun-tahun berikutnya, aku harap begitu juga dengan mu. Cinta kita ini adalah layar bahtera perjalanan mencapai cita-cita kita ditahun-tahun berikutnya.

Sayangku berhentilah engkau jadi bunga plastik seperti ditahun-tahun sebelumnya, enggkau memang tidak layu tapi bagiku palsu, dan aku tidak mau bersanding dengan kepalsuan mu itu, aku mencintaimu apa adanya kamu dengan segenap kelebihan dan kekurangan mu selama ini.

Jejak kenangan yang pernah kita lalui jadi hiasan di menara hati, engkaulah cahaya yang menerangi hiasan itu baik dalam tidur maupun ketika aku terjaga dalam dekapan cintamu.

Biarkanlah hati meniti akhir waktu ini, kita menjelajahi semesta untuk mencari cinta dalam makna yang sebenarnya. 

Selamat malam cinta.... selamat tahun baru.





 




KUMPULAN LENGKAP PANTUN CINTA


Angin gunung sendu mendayu
seruling bambu pelipur lara
Hati rindu menunggu hadirmu
aduhai sayang tumpuan cinta

Mulanya duka kini menjadi lara
Teman tiada hanyalah sendu
Bila rindu mulai membara
Itulah tanda cinta berpadu

Juragan pisau makan buah
Buah kotor kena tinta,
Jangan risau jangan gundah
Karena derita bumbu cinta

Anak bangsawan menjahit tabir
Sulam di tepi siku keluang
Benci tuan cuma di bibir
Dalam hati membara sayang

Paling indah burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Emang banyak wanita cantik
Cuman adik yang abang sayang

Pohon sagu jatuh di tebang
Pohon duku di bikin sarang
Jangan ragu jangan bimbang
Cinta ku hanya untuk mu seorang

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yg cantik

Ada harta tidak terjaga
Ada peti tidak terkunci
Bahana cinta anak remaja
sebentar benci sebentar sayang.

Padi manguniang masak di sawah....
Mancik bamain di ateh bilah....
Hiduik la paniang dek banyak mangalah....
Karano adiak nan banyak tingkah...

Malam minggu malam yang panjang,
saling berkunjung jumpa kerabat..
Yang ditunggu pun kini telah datang,
walau hujan hati terasa hangat..

Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati
Saya bingung kamu pun bingung
Kenapa ada bunga melati

Tanjung perak kapale kobong,...
Monggo pinarak kamare kosong..

Nasi uduk masih anget
Beli nye di pinggir jalan
Yang lagi duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Anak ayam belajar berenang
Anak itik di paya bakau
Mulut menyebut hati terkenang
Rindukan adik jauh di rantau

Anak ayam turun ke bumi
Induk ayam naik kelangit
Anak ayam nyari kelangit
Induk ayam nyungsep ke bumi

Memetik Jambu merah
ada cicak di dinding
Adik cantik Jangan marah
hehehe... just kidding

Bila cinta sudah melekat
Tahi onta serasa coklat

Menaiki kereta merknya honda
Pergi selayang kerumah hanapi
Bila cinta mekar di dada
Siang terkenang malam termimpi

Mulanya duka kini menjadi lara
Teman tiada hanyalah sendu
Bila rindu mulai membara
Itulah tanda cinta berpadu

Juragan pisau makan buah
Buah kotor kena tinta,
Jangan risau jangan gundah
Karena derita bumbu cinta

Paling cakep burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Emang banyak wanita cantik
Cuman ade yang abang sayang

Pohon sagu jatoh di tebang
Pohon duku di bikin sarang
Jangan ragu jangan bimbang
Cinta ku hanya untuk mu seorang

Di pinggir kolam makan bubur
Tidak lupa pakai keripik
malam gelisa tidak bisa tidur
Selalu teringat wajah adik yg cantik

Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik

Di sana gunung disini gunung
Ditengahnya kembang melati
di sana bingung di sini bingung
memikirkan sijantung hati.



Nasi uduk masih anget
Beli nye di pinggir jalan
Yang lagi duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan.



Harum bunga sedap malam
kumbang terbang di atas cemara
menahan rindu siang dan malam
cinta bersemi semakin membara

Jari tergores pisau belati
dibalut dengan kain merah
Setelah patah hati berkali-kali
Kepada tuhan aku berserah.

* * *

SAYANG

Sayangku,
di kala engkau marah... Aku pasti akan bersabar dan tersenyum,
aku ingin membuat hatimu melembut seperti sutra,
dan mengembalikan ketenanganmu seperti sedia kala...

Sayang jikalau aku marah....
Peganglah tanganku, peluklah aku, biarkan aku menangis dibahumu,
jangan pernah tinggalkan aku sendirian...

Sayang,
Aku ingin keabadian, kesetiaan cinta itu, terus bersemi, 10tahun, 20 tahun?
25, 50 atau entah berapa tahun sampai kita mati tetap setia dan bersama...
Sayang,
aku menghargaimu... aku mencintaimu,
marilah kita menjunjung tinggi cinta kita...

SYAIR-SYAIR CINTA ROMANTIS

“Keabadian tak menyimpan apa-apa kecuali Cinta, karena cinta adalah keabadian itu sendiri.”

“Cinta tak memberikan apa pun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa – apa, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tak memiliki ataupun dimiliki. Karena cinta telah cukup untuk cinta.”

“Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, karena cinta membangkitkan semangat yang hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalanannya.”


“Sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula dia akan menyalibmu. Demi pertumbuhanmu, begitu pula demi pemangkasanmu. Sebagaimana dia membumbung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikian pula ia menghujam ke dasar akarmu, mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.”

“Jangan anggap cinta datang dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab. Cinta adalah anak keturunan kecocokan jiwa. Dan jika kecocokan itu tidak ada, cinta tak akan pernah tumbuh, dalam hitungan tahun bahkan generasi.”

“Apabila cinta memanggilmu, ikutlah dia, walau jalannya terjal berliku-liku. Dan apabila sayapmu merangkulmu, pasrah dan menyerahlah kepadanya walau pedang yang tersembunyi di sayap itu melukaimu. Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan.”

“Cinta kasih di dalam hati itu terbagi-bagi bagaikan dahan-dahan pohon cedar. Jika pohon itu kehilangan satu dahan yang kuat, ia akan menderita namun tidak mati. Pohon itu akan menumpahkan seluruh daya hidupnya ke dalam dahan berikutnya, sehingga ia akan tumbuh dan mengisi tempat yang kosong.”

“Kau punya banyak kekasih, tapi hanya aku yang mencintaimu. Lelaki lain mencintai diri sendiri. Ketika berdekatan denganmu, aku mencintaimu dalam dirimu sendiri. Lelaki lain melihat kecantikan dalam dirimu yang akan memudar lebih cepat daripada usia mereka sendiri. Tapi aku melihat dalam dirimu kecantikan yang tak akan memudar, dan pada musim gugur usiamu, kecantikan itu tidak takut menatap dirinya sendiri dalam cermin, dan tak akan dicela. Hanya aku yang mencintai yang tak tampak dalam dirimu.”

“Jika engkau dalam kecemasan, hanya kedirian cinta dan kesenangannya yang engkau cari, maka lebih baiklah bagmu menutupi tubuh. Lalu menyingkir dari papan penempaan, memasuki dunia tanpa musim, di mana engkau dapat tertawa, namun tidak sepenuhnya. Tempat engkau pun dapat menangis, namun tidak sehabis air mata.”

“Dengan cinta, laksana butir-butir gandum engkau diraihnya, ditumbuknya engkau sampai polos telanjang, diketamnya engkau, agar bebas dari kulitmu, digosoknya hingga menjadi putih bersih, diremas-remasnya hingga menjadi bahan yang lemas dibentuk. Akhirnya diantarkan kepada api suci, laksana roti suci yang dipersembahkan pada pesta kudus Tuhan. Demikianlah pekerti Cinta atas diri manusia, agar engkau pahami rahasia hati dan kesadaran itu menjadikanmu segumpal hati Kehidupan.”

“Cinta tiada lain kecuali maknanya. Namun jika engkau mencintai dengan banyak keinginan, wujudkan menjadi keinginanmu; Luluhkan hati, mengalir bagai kali, nyanyikan lagu persembahan malam, kenali kepedihan kemstraan yang terlalu dalam, merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta, serta meneteskan darah duka dan cita, terjaga di fajar dengan hati seringan awan. Menyusuri hati penuh sinar cinta.”

“Cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa. Ia bukan kata yang datang dari bibir dan lidah yang membawa hati bersama-sama. Tidak ada yang lebih besar dan suci daripada apa yang diucapkan mulut. Dia memancarkan jiwa kita, bisikan hati kita. Dan membawa keduanya bersama-sama.”

“Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hati, yang dengan kasih kautaburi dan kau pungut buahnya dengan penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa.”

“Kasih sayang dan kekerasan selalu berperang di hati manusia seperti malapetaka yang berperang di langkit malam yang pekat ini. Tetapi kasih sayang selalu dapat mengalahkan kekerasan. Karena, ia adalah anugerah Tuhan. Dan ketakutan-ketakutan malam ini akan berlalu dengan datangnya siang.”

“Siapa di antara kamu yang tidak merasakan bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas? Dan bukanlah waktu sebagaimana halnya cinta tak terbagi dan tak mengenal ruang.”

“Hidup tanpa cinta laksana sebuah pohon tanpa bunga dan buah. Cinta tanpa keindahan laksana bunga tanpa keharuman dan laksana buah tanpa biji. Hidup, cinta, dan keindahan adalah tiga perkara dalam satu inti, yang berdiri sendiri, mutlak dan tidak bisa dipindahkan atau diubah.”

“Andaikata tidak tampak dan tidak terdengar, cahaya dan suara tidak punya arti apa-apa selain berupa kekaburan dan getaran di angkasa. Demikian pula, apabila cinta tidak terasa dalam hati, yang ada hanya debu yang tertip dan terberai oleh angin.”

“Karena cintalah dunia dipelihara, karena cinta setiap makhluk terus mempertahankan diri sendiri-sendiri, dan karena cinta mata yang utuh menjadi bagian-bagiannya.. Dia yang menyebut cinta demi masyarakat manusia tidak salah, karena efek aneh dan kesan ajaib yang ia hasilkan di kalangan manusia.”

“Setiap cinta adalah yang terbaik di dunia ini, dan yang paling menyenangkan. Cinta tidak seperti sepotong kue yang bisa dipotong; besar dan kecil. Semua cinta. Tentu saja kau bisa mengatakan dia adalah yang paling kucintai di dunia ini – siapa pun yang kita cinta dan setiap orang yang kita cintai, bagi kita adalah orang yang tercinta di dunia ini.”

“Bunga-bunga padang adalah anak-anak kasih semesta alam, dan anak-anak manusia adalah bunga-bunga cinta dan kasih sayang.”

“Terpujilah cinta yang mampu mengisi kesepian manusia, dan mengakrabkan hatinya dengan manusia lain.”

“Cinta adalah karunia Tuhan kepada jiwa-jiwa yang peka dan agung. Haruskah kita campakkan kekayaan ini dan kita biarkan babi-babi itu memporak-porandakan dan menginjak-injaknya. Dunia begitu penuh keajaiban dan keindahan. Lalu mengapa kita hidup dalam terowongan sempit yang digali oleh pendeta itu untuk kita. Hidup penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan, mengapa kita tetap membiarkan belenggu di pundak dan kita patahkan rantai yang menjerat kaki kita, lalu berjalan bebas menuju kedamaian.”

“Cinta akan diri sendiri, menghasilkan kecongkakan buta, dan kecongkakan menciptakan kesukuan, dan kesukuan membangun kekuasaan, dan kekuasan penyebab penaklukan dan penindasan.”

“Cinta adalah seorang tuan rumah yang penuh kasih sayang kepada para tamunya, walaupun bagi rumahnya yang tak diharapkan merupakan sebuah khayalan dan penghinaan.”

“Cinta bukanlah kelemahlembutan atau kemurahan hati, atau apa saja dari kebaikan-kebaikan yang diberikan atau tidak diberikan dengan panjang lebar. Cinta adalah membagi, memahami, memberikan kebebasan, menjawab panggilan dan; Cinta adalah kehidupan.”

“Alangkah buruknya kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.”

“Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.”

“Cinta adalah seekor burung yang cantik, meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk disakiti.”

“Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta, biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup, yang lincah mengalir antara pantai dan kedua jiwa.”

“Cinta di antara roh seperti anggur dalam piala kristal, muncul menjadi air tetapi kebenaran adalah kehidupan.”

“Kita akan melampaui senja, secara kebetulan membangunkan fajar dari dunia lain. Tapi cinta akan tetap tinggal, dan bekas-bekas jarinya takkan terhapus. Direstui menempa pembakaran, berloncatan bunga-bunga api, dan tiap bunga api adalah sebuah matahari. Itu lebih baik bagi kita, lebih arif, menemukan sebuah bayangan yang tersangkut dan tidur di bumi kedewasaan kita, dan biarkan cinta, manusia dan papa, memimpin hari yang akan tiba.”

“Kasih, api cinta itu turun dari langit dalam berbagai bentuk dan rupa, namun pengaruh mereka di dunia adalah satu.”

“Pandangan pertama kekasih adalah seperti sang jiwa yang digerakkan di atas permukaan air, yang dialirkan ke langit dan ke bumi. Pandangan pertama teman hidup menggemakan kata-kata Tuhan, “Biarkan saja apa adanya...”

“Setiap orang pasti akan teringat akan cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari yang asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan di relung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di balik segala kepedihan misterinya.”

“Setelah kami dewasa, cinta tumbuh di antara kami sampai menjadi pemilik mutlak, yang kami layani dengan kasih sayang dari kedua hati kami. Cinta menghela kami kepadanya, dan kami memuliakan jiwa kami yang paling dalam, dan cinta merangkul kami.”

“Di dekat mereka terdapat sebuah batu, di mana terukir kalimat “Cinta telah menyatukan kami, lalu siapa yang dapat memisahkan kami? Kematian telah menjemput kami, lalu siapa yang dapat membawa kami kembali?”

“Aku mencintai kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.”

“Cintanya penuh dengan kedamaian seperti damainya alam. Dia tak memiliki alasan untuk menyesuaikan diri denganmu, tidak pula memberimu pilihan untukmu. Engkau hanya melihat kenyataan seperti Alam. Engkau nyata dan dia juga nyata, dua kekuatan yang saling mencintai.”

“Kita ini satu, kekuatanmu. Kau telah memasuki diriku, dan salah satu dari kita tidak bisa memutus hubungan tanpa menghancurkan yang lain. Hubungan ini menjadi milik “diri” kita yang lebih besar. Aku tidak bisa berpikir, berimajinasi, mencipta dan bekerja tanpa kau, lebih daripada tanpa diriku sendiri. Dan suatu hubungan harus kuat memikul derita seperti hubungan kita -dan menahan goncangan sedemikian rupa seperti masa-masa menyakitkan yang sudah kita lewati. Tetapi tanpa masa-masa menyakitkan itu, kukira hubungan ini tidak akan jadi begitu indah.”

“Dua belas tahun? katamu dua belas tahun, kekasihku? Aku tidak mengukur kerinduanku dengan sebuah tongkat yang berkilauan. Aku juga tidak mampu mengucapkan kedalamannya. Sebab cinta adalah kerinduan yang mentahbiskan ukuran waktu.”

“Cintaku padamu, wahai kekasih, akan tetap ada hingga akhir hidupku, dan setelah mati Tangan Tuhan akan mempersatukan kita kembali.”

“Aku adalah pohon yang tumbuh di keteduhan, dan kini aku menjulurkan dahan-dahanku meraih getar cahaya hari. Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal padamu, kekasihku, dan harapanku semoga perpisahan kita akan seagung dan seindah cinta kita. Biarlah perpisahan kita menjadi seperti api yang melebur batangan emas dan membuatnya menjadi lebih berharga.”

“Cinta pertama adalah pengalaman paling indah bagi semua manusia. Cinta pertama penuh keindahan, dunia baru yang memenuhi seluruh sisi-sisi kalbu, memenuhi dunia dengan pelangi warna-warni, sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia kehidupan ini.”

“Keindahan adalah cahaya yang memancar dari kesunyian jiwa dan menyinari tubuh, seperti kehidupan yang datang dari kasih bumi yang memberikan warna bunga keindahan dan mencipta dalam kalbu apa yang disebut cinta, yang tercipta antara laki-laki dan perempuan.”

“Keindahan sejati terletak pada keserasian spiritual yang diberi nama cinta. Yang dapat bersarang di antara seorang lelaki dan seorang wanita.”

“Seseorang harus punya seorang sahabat untuk bercakap-cakap pada saat malam yang sunyi dan selama berjalan-jalan di taman. Dan engkau adalah sahabatku itu, kekasihku.”

“Aku menghormati suamiku, karena dia seorang yang baik dan berhati lembut. Dia juga selalu membuatku bahagia. Dia dengan rela memberikan kekayaannya kepadaku agar aku selalu merasa bahagia, akan tetapi tidak ada satu pun dari semua ini yang sederajat dengan cinta suci dan sejati, cinta yang membuat segala sesuatu tampak kecil sementara cinta sendiri tetap besar.”

“Jangan pisahkan aku darimu dan jangan pernah mengatakan aku tak setia, karena tangan cinta yang mengikat jiwaku dan jiwamu lebih kuat dari tangan pendeta yang menghantarkan tubuhku pada kehendak suamiku.”

“Engkau, cintaku! Aku mendengarkan panggilanmu dari balik lautan dan merasakan sayap-sayapmu menyekaku. Aku terbangun dan meninggalkan kamarku serta pergi ke padang-padang. Kakiku dan kurungan jubahku basah oleh embun malam, aku berdiri di bawah pohon badam yang berbunga dan mendengarkan panggilan jiwamu, cintaku.”

“Hal paling indah, adalah bahwa kau dan aku selalu berjalan bersama, bergandengan tangan dalam keindahan dunia ini tanpa diketahui orang lain. Kita berdua menengadahkan tangan untuk menerima Sang kehidupan sebab Sang kehidupan itu dermawan.”

“Hubungan antara kau dan aku merupakan hal paling indah dalam hidupku. Sesuatu yang paling mengesankan yang pernah kuketahui dalam hidup. Dan akan selalu kukenang.”
“Pernikahan tidak memberi seseorang hak untuk memiliki orang lain, kecuali hak dan kebebasan yang diberikan orang lain pada kita.”

“Ibu adalah segala-galanya. Dialah penghibur kita dalam kesedihan, tumpuan harapan kita dalam penderitaan, dan daya kekuatan kita dalam kelemahan. Dialah sumber cinta kasih, belas kasihan, kecenderungan hati, dan ampunan. Barangsiapa kehilangan ibunya, hilanglah sebuah jiwa murni yang memberkati dan menjagainya siang dan malam.”


Sumber : http://citra-ciki.blogspot.com/2013/04/syair-cinta-abadi-khalil-gibran.html

PUISI DAN SAJAK-SAJAK CINTA ROMANTIS

HARI-HARI INDAH BERSAMAMU
(Alin MS)

Aku tulis sajak ini untuk mengenangmu di hatiku
bersama hari-hari yang pernah kita lalui
semakin dalam cinta dan kasih sayang yang kita miliki
selama ini.

Duhai kekasih hati,
dari jendela kamar ini aku lihat rembulan tersenyum
begitu indah menawarkan pesonanya setiap malam
tapi, dihati hati ini pesonamu tiada pernah putus
selalu hadir setiap detik, membuai ku dalam asmara
terindah.

Takan terlupakan,
takan tergantikan,
hari-hari yang indah bersamamu
seumur hidupku hingga aku mati, selamanya...
kenangan itu akan melekat di hatiku
yang paling dalam...bersamamu...Pujaanku.


KERINDUAN
(Yudhistira)

Resah telah menjadi arus
menggerakan segenap suara cinta
dari kampung ke kampung. Dari Kota ke kota
dari hati massa dan kekasih

(Masih adakah telinga yang tak mendengar?)

Suara itu membawa lagu yang sudah kita kenal
Dinyanyikan mulut demi mulut
Yang terbuka di tengah kekosongan dan kesepian
Di tengah kerinduan yang besar

(Apakah kegelisahan itu tetap saja menikam
Padahal lagu, sudah dinyanyikan bersama-sama?)
Kita berdua dalam cinta.



PERTEMUAN
(Alin MS)

Hari ini kita bertemu lagi
saling menatap, saling bicara dan saling mengungkapkan rasa
ada gelora yang tidak bisa kita bayangkan
yang berbeda dari hari-hari sebelumnya
gelora cinta yang semakin menyala membakar dalam dada.

Dari sekian banyak pertemuan kita
ini saat yang paling mesra kurasa
karen hari ini aku menerima sebuah hadiah indah
dari hatimu yang sangat mencintai aku.

Takan kulupakan pertemuan ini
akan kutulis dengan tintah emas di bingkai hati
akan kukirim kebahagiaan ini bersama angin lembut
kesuluruh penjuru dunia
aku khabarkan bahwa aku begitu bahagia
melepas rindu bertemu dengan nya।



Cintaku Jauh di Pulau
(Chairil Anwar)

Cintaku jauh di pulau
gadis manis sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
Angin membatu, laut tenang, tetapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya'.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
'Tunjukan perahu ke pangkuan saja.'

Amboy! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.



Cempaka
(Amir Hamzah)

Cempaka, aduhai bunga penglipur lara
Tempat cinta duduk bersemayam
Sampaikan pelukku, wahai kusuma
Pada adinda setiap malam.

Sungguh harum sedap malam
Sungguh pelik bunga kamboja
Tetapi tuan, aduhai pualam
Pakaian adinda setiap masa.

Sungguh tak kelihatan ia berbunga
Cempaka tersembunyi dalam sanggul
Tapi harumnya, aduhai kelana
Di dalam rambut duduk tersimpul.

Amat bersahaja cempaka bunga
Putih arona, hijau nen tampuk
Pantas benar suntingan adinda
Telebih pula di sanggul duduk.